Kesehatan mental menyangkut kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial kita. Kesehatan mental berpengaruh pada cara kita berpikir, merasa, dan bertindak. Kesehatan mental meliputi cara kita mengatasi stres, berinteraksi dengan orang lain, dan membuat pilihan-pilihan yang sehat. Kesehatan mental penting di setiap tahap kehidupan, mulai dari masa kanak-kanak, remaja, hingga dewasa. Meskipun istilah-istilah tersebut sering digunakan secara bergantian, kesehatan mental yang buruk dan penyakit mental tidaklah sama. Seseorang dapat mengalami kesehatan mental yang buruk dan tidak didiagnosis dengan penyakit mental. Begitu juga, orang yang didiagnosis mengalami penyakit mental dapat merasakan periode kesehatan fisik, mental, dan sosial yang buruk. Mengapa kesehatan mental penting untuk kesehatan secara keseluruhan? Kesehatan mental dan fisik adalah hal yang sama pentingnya bagi kesehatan secara menyeluruh. Sebagai contoh, depresi meningkatkan risiko berbagai jenis masalah kesehatan fisik, terutama kondisi yang berlangsung lama seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke. Serupa dengan itu, adanya kondisi kronis dapat meningkatkan risiko penyakit mental. Dapatkah kesehatan mental merubah diri kita seiring waktu? Tentu! penting untuk diketahui bahwa kesehatan mental dapat berubah seiring berjalannya waktu, tergantung pada banyak faktor. Ketika tekanan yang dibebankan kepada seseorang melebihi kemampuannya untuk mengatasi masalah, kesehatan mentalnya dapat terpengaruh. Misalnya, jika seseorang bekerja berjam-jam, merawat kerabat, atau mengalami kesulitan ekonomi, mereka mungkin mengalami kesehatan mental yang buruk. Apa yang menyebabkan penyakit mental? Tidak ada penyebab yang pasti untuk penyakit mental. Sejumlah faktor dapat berkontribusi terhadap risiko penyakit mental, seperti: A. Pengalaman hidup yang merugikan di masa kecil, seperti trauma atau riwayat pelecehan (misalnya, kekerasan pada anak, pelecehan sexual, menyaksikan kekerasan, dll.) B. Pengalaman yang berkaitan dengan kondisi medis yang sedang berlangsung (kronis), seperti kanker atau diabetes C. Faktor biologis atau gangguan kimiawi dalam otak D. Penggunaan alkohol atau obat-obatan terlarang E. Memiliki perasaan kesepian atau terisolasi